Persepsi Masyarakat dan Formalisasi Hukum Islam terhadap Intermediasi Komersial Jual Beli Elektronik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi sosiologis masyarakat dan legitimasi formalisasi hukum Islam terhadap praktik intermediasi komersial (simsar/makelar) dalam jual beli barang elektronik. Menggunakan pendekatan kualitatif-empiris (empirical islamic legal studies), data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi pasar, dan analisis dokumen akad terhadap pelaku perantara, penjual resmi, dan konsumen. Hasil penelitian menemukan adanya fenomena "Dualisme Legitimasi Intermediasi", di mana masyarakat lokal memberikan penerimaan sosiologis yang tinggi atas dasar kemudahan akses dan fleksibilitas negosiasi, namun praktik operasional di lapangan sering kali mengalami cacat formalisasi hukum Islam. Dari sudut pandang Fiqih Muamalah, penentuan komisi perantara melalui mekanisme mark-up harga sepihak tanpa keterbukaan (tadlis al-tsaman) dan penguasaan fisik barang yang ambigu memicu timbulnya unsur gharar (ketidakjelasan) dan ghaban (eksploitasi harga). Penelitian ini merekomendasikan perlunya formalisasi akad Samsarah dan Wakalah bil Ujrah yang terstandarisasi guna memberikan perlindungan hukum (himayah al-mustahlik) sekaligus menjamin keabsahan syariat dalam bisnis intermediasi elektronik kontemporer.
